Empat Lagu Pendidikan yang Mengandung Nasihat Luhur Mendalam

lagu pendidikan

Pendidikan merupakan bagian penting dari sebuah kehidupan. Meski lagu-lagu yang membanjiri negeri ini kebanyakan soal cinta, namun ada beberapa lagu pendidikan yang dikenang hingga saat ini.

Berikut ini adalah empat lagu yang coba saya ingat berdasarkan pengalaman dari SD. Juga ada lagu yang belakangan muncul namun cukup populer di televisi.

Hymne Guru

Lagu ini diciptakan oleh Sartono, mantan guru seni musik yayasan swasta di Madiun, Jawa Timur. Sartono lahir di Madiun 29 Mei 1936  dan meninggal 1 November 2015.

Judul lengkap lagu ini ialah Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, diciotakan pada tahun 80-an. Siswa SD hingga SMA masih menyanyikan lagu ini di tingkat SD sampai SMA.

Lagu ini biasa dinyanyikan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional atau pelepasan murid ini. Nasihat yang terkandung di dalam lagu ini ialah kewajiban kita menjunjung tinggi profesi guru.

Lirik lagunya sebagai berikut:

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Tanpa tanda jasa

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

sebagai prasasti terima kasihku

tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Pembangun insan cendikia

Terima Kasihku

Lagu kedua yang saya ingat berjudul Terima Kasihku. Informasi mengenai pencipta lagu ini, yakni Sri Widodo tak banyak ditemukan. Ada yang menyebutkan ia merupakan seorang guru pada Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPG) 2 di Yogyakarta yang mengajar pada tahun 1960-an.

Namun berdasarkan buku biografi AT Mahmud, Terima Kasih diciptakan pada tahun 60-an. Pada tahun 1968 diminta Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk menyelenggarakan sebuah acara bertajuk Ayo Menyanyi. Acara ini mulai mengudara 3 Juni 1968.

Sumber lagu-lagunya untuk acara ini kebanyakan diambil dari karya pencipta lagu anak seperti Ibu Sud, Pak Dal dan sebagainya. Selain itu juga menayangkan lagu-lagu kiriman, salah satunya dari Yogyakarta atas nama Sri Widodo.

Lirik lengkap lagu Terima Kasihku:

Terima Kasihku Ku Ucapkan

Pada Guruku Yang Tulus

Ilmu Yang Berguna Slalu Di Limpahkan

Untuk Bekalku Nanti

Setiap Hariku Di Bimbingnya

Agar Tumbuhlah Bakatku

Kan Ku Ingat Slalu Nasihat Guruku

Trima Kasihku Guruku

Wajib Belajar

Lagu ini diciptakan pada masa Orde Baru oleh Restu Narwan Sutarmas pada tahun 80-an. Kala itu, Presiden Soeharto mencanangkan program Wajib Belajar. Program ini diperuntukkan anak berusia 7 sampai 12 tahun, diresmikan 2 Mei 1984.

Jika kita dengarkan secara seksama, lagu ini mengajak putra-putri bangsa agar lebih giat belajar. Sekolah itu penting untuk memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan.

Lirik lengkap lagu Wajib Belajar:

Mari kita laksanakan wajib belajar

Putra putri tunas bangsa

Harapan negara

Wajib belajar cerdaskan

Kehidupan bangsa

Membangun ntuk menuju masyarakat

Adil sejahtera

Gunakan waktumu isilah hidupmu

Tekunlah belajar giatlah bekerja

Berantas kebodohan perangi kemiskinan

Habis gelap terbit terang

Hari depan cerlang

Ayo kita giatkan wajib belajar

Jangan putus tengah jalan marilah tamatkan

Tanam ilmu sekarang

Petik hari depan

Cerdas trampil berwibawa penuh daya cipta

Gunakan waktumu isilah hidupmu

Tekunlah belajar giatlah belajar

Jadikan tunas bangsa inti pembangunan

Adil makmur sejahtera

Merata bahagia

Mari kita laksanakan wajib belajar

Putra putri tunas bangsa

Harapan negara

Wajib belajar cerdaskan

Kehidupan bangsa

Membangun ntuk masyarakat

Adil sejahtera

Gunakan waktumu isilah hidupmu

Tekunlah belajar giatlah bekerja

Berantas kebodohan perangi kemiskinan

Habis gelap terbit terang

Hari depan cerlang

Ayo kita giatkan wajib belajar

Jangan putus tengah jalan marilah tamatkan

Tanam ilmu sekarang

Petik hari depan

Cerdas trampil berwibawa penuh daya cipta

Gunakan waktumu isilah hidupmu

Tekunlah belajar giatlah bekerja

Jadikan tunas bangsa inti pembangunan

Adil makmur sejahtera

Merata bahagia

Jasamu Guru

Baca Juga:




Lagu ini diciptakan sudah zaman modern, karena bisa dicari di YouTube untuk menemukan video aslinya. Seingat saya, lagu ini memang pernah kerap diputar di TVRI pada zamannya.

Kalimatnya sangat sederhana, namun lagu ciptaan M. Isfanhari ini sangat menyentuh. Bagi saya pribadi, lagu ini seolah mengingatkan bagaimana saya dan teman-teman sebaya begitu hormatnya terhadap guru.

Hidup di kampung, tak ada lembaga lain selain sekolah dasar. Satu-satunya orang yang mengajarkan kami menulis dan membaca ya Bapak dan Ibu Guru. Saya sengaja menggunakan huruf kapital di depan Bapak dan Ibu karena saya sangat paham, bahkan saya bisa ngeblog seperti ini karena Guru.

Inilah lirik lengkap Jasamu Guru:

Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa

Kita jadi tahu beraneka bidang ilmu dari siapa

Kita jadi pintar dibimbing pak guru

Kita bisa pandai dibimbing bu guru

Gurulah pelita penerang dalam gulita

Jasamu tiada tara

Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa

Kita jadi tahu beraneka bidang ilmu dari siapa

Kita jadi pintar dibimbing pak guru

Kita bisa pandai dibimbing bu guru

Gurulah pelita penerang dalam gulita

Jasamu tiada tara

Itulah tadi empat lagu yang memiliki atmosfir pendidikan. Semoga masih dikenal dan dinyanyikan sampai anak cucu kita kelak. ***

0 Response to " Empat Lagu Pendidikan yang Mengandung Nasihat Luhur Mendalam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel