Menulis Blog Agar Tak Kehabisan Ide
Menulis blog agar tak kehabisan ide bukanlah kalimat khayalan. Kalimat yang hanya bisa dilaksanakan di dalam film atau sinetron. Baik layar kaca maupun layar perak. Jika ditelateni dan rajin berusaha, bahkan menulis dua atau tiga artikel sehari bukan sesuatu yang mustahil.
Apa yang akan saya tuliskan di bawah ini merupakan pengalaman pribadi. Saat saya masih berstatus reporter, setiap hari harus meliput berita. Jam 08.00 WIB saya sudah harus keluar rumah. Kalau malamnya sudah janjian dengan sumber berita biasanya lebih lancar mendapatkan jumlah beritanya.
Ketika saya menjadi redaktur, koordinator lapangan hingga redaktur pelaksana, otomatis waktu saya untuk berkeliling menjadi terbatas. saya lebih banyak mengedit mengatur halaman agar siap dicetak. Kalau ada judul yang kurang pas, itu tugas saya memperbaikinya. Ilmu di koran sangat membantu saya saat menulis blog.
[Yuk belajar menghargai konten milik orang lain, jangan asal comot]
Dengan menceritakan kilas balik tadi, saya sebenarnya hanya ingin menyampaikan kepada sobat semua, menulis blog itu bisa dipelajari. Dan namanya belajar tentu saja jangan cepat merasa puas. Cara paling mudah ialah baca kembali artikel yang baru dibuat, kalau ada yang kurang pas buat sehingga pas.
Pernahkah sobar bertanya kepada diri sendiri? Jika takut dianggap sebagai orang gila, lakukan saja di kamar sendiri. Kalau takut ada yang mengintip, ya gembok saja jendela dan kamarnya hehe. Padahal untuk jujur pada diri sendiri bisa dilakukan tanpa kata-kata.
Cobalah jujur pada diri sobat. Pertanyaannya sederhana, tulisan seperti apa yang paling sobat sukai? Apakah artikel berbau politik, seni budaya, sosial politik atau kemasyarakatan, ilmiah atau yang lain. Itulah yang dinamakan passion. Dengan passion yang sangat kuat pada diri seseorang, ia tak akan mudah goyah.
Yakinlah itu ketertarikan sobat. Sehingga ada teman atau blogger yang bergembira karena artiklenya mendatangkan banyak uang dari adsense, sobat tidak terpengaruh. Justru sobat berpikir sehat, kalau memiliki artikel yang sesuai ketertarikan bukan tak mungkin sobat bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak.
Jangan tiru saya, jika menemukan beberapa blog saya kontennya rata-rata gado-gado karena masih terbawa saat bekerja di koran. Berita yang ada di depan mata ya waktu itu saya liput, sehingga dari minimal tiga berita yang harus setor ke kantor sore hari isinya bisa berbeda. Satu berita kriminal, satu hiburan, satunya politik.
Bayangkan, untuk menjadi blogger yang dihadapi ialah layar laptop yang awalnya kosong. Dan tugas sobat berikutnya ialah memberikan sentuhan di layar itu agar menampilkan huruf demi huruf yang tak lain konten blog.
Menulis blog agar tak kehabisan ide bisa sobat rasakan jika masih mencampuradukkan mana kesukaan dan mana yang dibenci. Pertama cobalah untuk menuliskan segala hal yang bermain di dalam kepala. PIlih semuanya yang menyenangkan.
Lalu tulislah di komputer. Saya berani menjamin menulis blog dengan didasari sesuatu yang menyenangkan akan lebih mengalir alurnya. Ibarat komik Spiderman ya akan selalu bercerita tentang jagoan ini. Tidak tiba-tiba berbelok ke rumah Batman atau Superman untuk sekadar minum. Lha kalau di rumahnya Batman menerima sobat dengan sangat nyaman, bisa-bisa kerterikan pindah ke tokoh lain.
Sementara untuk menuliskan sesuatu yang dibenci tak akan selancar yang sebaliknya. Kalaupun panjang artikelnya, substansinya lemah. Bisa-bisa hanya kalaimat-kalimat yang isinya dibolak-balik agar seolah-olah panjang.
Yakin artikel yang selesai diketik bisa langsung dipublish? Bagaimana kalau sobat menerapkan apa yang dahulu selalu saya lakukan sebelum halaman koran yang sudah saya atur diserahkan kepada pimpinan redaksi?
Biasanya saya mencari adakah kesalahan yang ditulis reporter saya. Kalau ketemu, akan saya panggil siapa reporternya dan menanyakan balik apakah benar seperti itu. Dan saat saya menulis blog juga bisa menerapkan hal ini.
Bedanya, saya membaca ulang artikel di blog tanpa bantuan orang lain. Sayalah juri pertama untuk menilai kualitas artikel saya. Kalau saya rasa kurang puas, ya bisa saya simpan dahulu dalam bentuk draft. Saya diam sebentar untuk menyelesaikan persoalan ketidakpuasan tadi.
Jika sobat baca ulang artikel dan yakin sudah oke, monggo diunggah. Jika sobat sebagai penulisnya saja sudah merasa puas, ada kemungkinan orang lain yang membaca pun akan puas. Memuaskan orang lain kan perbuatan baik, benar sobat?
Berkali-kali sudah blogger yang sudah menyandang status mastah mengingatkan, khususnya blogger pemula untuk menjaduikan menulis blog sebagai hobi. Jangan langsung membuat blog sekaligus membayangkan berapa uang yang akan didapatkan dari progtam publisher.
Jika dilakukan sebagai hobi, sobat tidak akan pernah merasa malas jika belum dapat duit. Harus berdarah-darah dahulu untuk menggapai kesuksesan yang hakiki. Banyak lho yang mengatakan, kalau hobi itu tak mengenal rugi.
[Jalani profesi blogger secara lurus, Google pasti tahu kok kerja kerasmu]
Benar bukan sobat? Makanya ada manusia dianggap gila hanya karena ia benar-benar menjalani hobinya secara serius. Hobi mengoleksi batu kali yang bentuknya unik misalnya, ia akan rela menyusuri sungai hanya untuk mencari bebatuan. Padahal ia seorang keryawan dengan posisi dan penghasilan mapan.
Seperti itulah seharusnya sobat berprinsip. Hobi juga tak ada batasnya. Hal ini akan menjadikan sobat menulis blog sebagai aktivitas yang sama sekali tidak merugikan diri, keluarga dan orang lain.
Okelah, materi kuliah (hehe) kali ini cukup sampai di sini. Semoga setelah membacanya muncul semangat luar biasa di hati sobat untuk menulis blog secara profesional. ***
Apa yang akan saya tuliskan di bawah ini merupakan pengalaman pribadi. Saat saya masih berstatus reporter, setiap hari harus meliput berita. Jam 08.00 WIB saya sudah harus keluar rumah. Kalau malamnya sudah janjian dengan sumber berita biasanya lebih lancar mendapatkan jumlah beritanya.

Ketika saya menjadi redaktur, koordinator lapangan hingga redaktur pelaksana, otomatis waktu saya untuk berkeliling menjadi terbatas. saya lebih banyak mengedit mengatur halaman agar siap dicetak. Kalau ada judul yang kurang pas, itu tugas saya memperbaikinya. Ilmu di koran sangat membantu saya saat menulis blog.
[Yuk belajar menghargai konten milik orang lain, jangan asal comot]
Dengan menceritakan kilas balik tadi, saya sebenarnya hanya ingin menyampaikan kepada sobat semua, menulis blog itu bisa dipelajari. Dan namanya belajar tentu saja jangan cepat merasa puas. Cara paling mudah ialah baca kembali artikel yang baru dibuat, kalau ada yang kurang pas buat sehingga pas.
Menulis Blog agar Awet
Tentu setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mempertahankan semangat menulisnya. Dalam hal ini ialah menulis blog dengan konten yang menarik dan bermanfaat. Kalau hanya menulis tanpa ada manfaatnya saya kira banyak orang yang bisa.Jujurlah Pada Diri Sendiri

Pernahkah sobar bertanya kepada diri sendiri? Jika takut dianggap sebagai orang gila, lakukan saja di kamar sendiri. Kalau takut ada yang mengintip, ya gembok saja jendela dan kamarnya hehe. Padahal untuk jujur pada diri sendiri bisa dilakukan tanpa kata-kata.
Cobalah jujur pada diri sobat. Pertanyaannya sederhana, tulisan seperti apa yang paling sobat sukai? Apakah artikel berbau politik, seni budaya, sosial politik atau kemasyarakatan, ilmiah atau yang lain. Itulah yang dinamakan passion. Dengan passion yang sangat kuat pada diri seseorang, ia tak akan mudah goyah.
Yakinlah itu ketertarikan sobat. Sehingga ada teman atau blogger yang bergembira karena artiklenya mendatangkan banyak uang dari adsense, sobat tidak terpengaruh. Justru sobat berpikir sehat, kalau memiliki artikel yang sesuai ketertarikan bukan tak mungkin sobat bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak.
Jangan tiru saya, jika menemukan beberapa blog saya kontennya rata-rata gado-gado karena masih terbawa saat bekerja di koran. Berita yang ada di depan mata ya waktu itu saya liput, sehingga dari minimal tiga berita yang harus setor ke kantor sore hari isinya bisa berbeda. Satu berita kriminal, satu hiburan, satunya politik.
Suka dan Benci

Bayangkan, untuk menjadi blogger yang dihadapi ialah layar laptop yang awalnya kosong. Dan tugas sobat berikutnya ialah memberikan sentuhan di layar itu agar menampilkan huruf demi huruf yang tak lain konten blog.
Menulis blog agar tak kehabisan ide bisa sobat rasakan jika masih mencampuradukkan mana kesukaan dan mana yang dibenci. Pertama cobalah untuk menuliskan segala hal yang bermain di dalam kepala. PIlih semuanya yang menyenangkan.
Lalu tulislah di komputer. Saya berani menjamin menulis blog dengan didasari sesuatu yang menyenangkan akan lebih mengalir alurnya. Ibarat komik Spiderman ya akan selalu bercerita tentang jagoan ini. Tidak tiba-tiba berbelok ke rumah Batman atau Superman untuk sekadar minum. Lha kalau di rumahnya Batman menerima sobat dengan sangat nyaman, bisa-bisa kerterikan pindah ke tokoh lain.
Sementara untuk menuliskan sesuatu yang dibenci tak akan selancar yang sebaliknya. Kalaupun panjang artikelnya, substansinya lemah. Bisa-bisa hanya kalaimat-kalimat yang isinya dibolak-balik agar seolah-olah panjang.
Puaskan Dulu Diri Sendiri

Yakin artikel yang selesai diketik bisa langsung dipublish? Bagaimana kalau sobat menerapkan apa yang dahulu selalu saya lakukan sebelum halaman koran yang sudah saya atur diserahkan kepada pimpinan redaksi?
Biasanya saya mencari adakah kesalahan yang ditulis reporter saya. Kalau ketemu, akan saya panggil siapa reporternya dan menanyakan balik apakah benar seperti itu. Dan saat saya menulis blog juga bisa menerapkan hal ini.
Bedanya, saya membaca ulang artikel di blog tanpa bantuan orang lain. Sayalah juri pertama untuk menilai kualitas artikel saya. Kalau saya rasa kurang puas, ya bisa saya simpan dahulu dalam bentuk draft. Saya diam sebentar untuk menyelesaikan persoalan ketidakpuasan tadi.
Jika sobat baca ulang artikel dan yakin sudah oke, monggo diunggah. Jika sobat sebagai penulisnya saja sudah merasa puas, ada kemungkinan orang lain yang membaca pun akan puas. Memuaskan orang lain kan perbuatan baik, benar sobat?
Baca Juga:
Menulis Blog sebagai Hobi

Berkali-kali sudah blogger yang sudah menyandang status mastah mengingatkan, khususnya blogger pemula untuk menjaduikan menulis blog sebagai hobi. Jangan langsung membuat blog sekaligus membayangkan berapa uang yang akan didapatkan dari progtam publisher.
Jika dilakukan sebagai hobi, sobat tidak akan pernah merasa malas jika belum dapat duit. Harus berdarah-darah dahulu untuk menggapai kesuksesan yang hakiki. Banyak lho yang mengatakan, kalau hobi itu tak mengenal rugi.
[Jalani profesi blogger secara lurus, Google pasti tahu kok kerja kerasmu]
Benar bukan sobat? Makanya ada manusia dianggap gila hanya karena ia benar-benar menjalani hobinya secara serius. Hobi mengoleksi batu kali yang bentuknya unik misalnya, ia akan rela menyusuri sungai hanya untuk mencari bebatuan. Padahal ia seorang keryawan dengan posisi dan penghasilan mapan.
Seperti itulah seharusnya sobat berprinsip. Hobi juga tak ada batasnya. Hal ini akan menjadikan sobat menulis blog sebagai aktivitas yang sama sekali tidak merugikan diri, keluarga dan orang lain.
Okelah, materi kuliah (hehe) kali ini cukup sampai di sini. Semoga setelah membacanya muncul semangat luar biasa di hati sobat untuk menulis blog secara profesional. ***
0 Response to "Menulis Blog Agar Tak Kehabisan Ide"
Post a Comment