Hargailah Hak Cipta Blogger Lain
Suatu saat sobat menciptakan sebuah layang-layang dengan ukuran dua meter di kampung. Ketika waktunya tiba, sobat menaikkan layang-layang tidi dengan susah-payah lantaran ukurannya. Tak lama kemudian layang-layang buatan sobat yang dikerjakan seminggu mengudara. Tiba-tiba ada orang mengatakan benda itu buatannya. Sebagai pemilik hak cipta, apa yang sobat rasakan?
Saya harapkan contoh di atas bisa menggambarkan secara sederhana apa artinya sebuah hak cipta. Jika sobat ingin pengertian secara lengkap, hak cipta ialah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Nah, dengan pengettian seperti itu saya rasa menghargai hak cipta blogger lain menjadi penting. Ada baiknya sobat sesekali menempatkan diri sebagai seseorang yang memiliki hak cipta tersebut, lalu apa yang sobat kerjakan dan hasilkan dipakai orang lain tanpa seizin. Kembali ke contah di atas, pasti ada rasa kecewa, marah, geram, mangkel, gondok karena layang-layang sobat diaku-aku orang lain.
Menghargai Hak Cipta

Berbeda dengan penemuan atau hasil penelitian, hak cipta bagi Blogger paling sebatas artikel yang dibuatnya lalu diposting. Namun demikian tak ada salahnya kita menghargai hal semacam itu. Lalu bagaimana kita harus bersikap ketika membaca sebuah konten yang menarik dan berpeluang mendatangkan banyak pengunjung?
Blogger juga Manusia
Jika kalian suka musik, kayaknya nggak perlu deh saya terangin panjang lebar soal lagu berjudul Rocker juga Manusia yang dinyanyikan oleh Candil. Tetapi kalau ada yang nggak paham saya tuliskan saja liriknya:
... rocker juga manusia
punya rasa punya hati
jangan samakan dengan pisau belati ...
Sekarang ganti saja rocker dengan blogger. Benar sobat, Blogger itu manusia yang dikaruniai hati dan perasaan oleh Tuhan Yang Maha Agung. Disebut manusia karena memang memiliki kelebihan otak atau pikiran. Dengan pikiran manusia bisa merasakan itu baik atau tidak, bijak atau sebaliknya.
Blogger lain bisa saja menemukan ide saat tengah malam, ketika sobat tengah ngorok dan tertidur lelap. Ia dengan menahan kantuknya menuliskan huruf demi huruf sehingga terbentuk kata. Kata demi kata untuk menyusun kalimat. Kalimat demi kalimat untuk menyusun paragraf.
Hmm... dengan enaknya tiba-tiba kita mengambil sepotong atau berpotong-potong hasil kerja mereka lalu meletakkannya di artikel kita.
Hak Cipta Pengasah Bakat
Dengan menghormati konten blogger lain, sebenarnya kita sudah belajar mengasah bakat menulis agar lebih bagus. Boleh saja mengintip isi blog orang lain, namun bukan untuk mencuri konten mereka. Cukup untuk melihat bagaimana mereka mengelola blognya dengan konten bermutu.
Kita boleh merasa tersaingi oleh karya blogger lain sobat. Mereka bisa eksis menelurkan tulisan yang oke punya, mengapa kita tidak? Sama-sama mengaku sebagai blogger, sama-sama berpenghasilan melalui Google Adsense, seharusnya kita pun bisa melahirkan konten yang sangat hebat.
Caranya ya menulis sendiri. Bolehlah kalau mengintip blogger lain menuliskan idenya dan kita ambil judulnya. Isinya biarkan pikiran dan kepala kita meliarkan rasa. Percayalah, kita bisa menulis karena biasa. Kalau istilah percintaan ada yang bisa ditempelkan di dinding, yakni Tresno Kuwi Lantaran Kulino (cinta itu tumbuh karena terbiasa).
Maksudnya terbiasa tidak mencuri karya blogger lain, terbiasa meyakini bakat yang ada dalam diri kita, terbiasa menggali ide sendiri. Jadikan hak cipta sebagai koridor bagi kita untuk mengasah bakat.
Ingat Pengalaman Mencontek
Sobat pernah mengikuti ujian di sekolah? Merasa ada yang tidak memahami sebuah mata pelajaran? Pasti mencari cara untuk mendapatkan nilai yang baik bukan? Zaman saya dahulu, yang bisa dilakukan ialah mencontek.
Mencontek bisa dilakukan dengan kerja keras sendiri atau juga bantuan teman lain. Kalau butuh orang lain ya gampang, alasannya ke toilet sekolah. Di sana sudah menunggu teman yang memang menguasai mata pelajaran tersebut.
Kalau ketahuan? Bisa saja kita dipanggil ke kantor guru, dipermalukan sedemikian rupa. Atau kalau ulangan harian telinga kita dijewer guru. Zaman saya dijewer guru adalah hal biasa, karena memang kita salah. Mencontek misalnya. Sekarang waduh, dijewer guru saja postingannya di media sosial penuh bumbu sehingga viral.
Anggap saja mencuri hak cipta blogger lain seperti mencontek. Jika tidak ada keterangan panjang lebar yang menjelaskan soal perbuatan ini, mungkin kata ini cukup pas untuk menjelaskannya: bahwa mencontek itu perbuatan tercela.
Dewan Pengawas Tahu
Konten yang dibuat seorang Blogger di blognya bukan berarti tanpa pengawas. Saya beberapa kali mendapatkan undangan webinar dari Tim Google, dan saya langsung tahu mereka adalah orang-orang hebat di bidangnya.
Karena setiap jadwal webinar selalu mengetengahkan topik-topik yang menarik bagi para Blogger. Artinya Google Adsense memiliki tim yang sangat hebat kalau hanya untuk mengetahui apakah konten yang kita buat merupakan ide sendiri atau hasil mencuri hak cipta blogger lain.
Bahkan untuk mengetahuinya Google tak lagi mengandalkan manusia, melinkan sistem. Lha kalau manusia menangani begitu banyak manusia di bumi yang menjadi blogger yo kesel kabeh kang awake. Maka dari itu, kita harus percaya apa yang kita tulis, kita unggah akan disaring oleh Google.
Jika kita sudah menulis lima jam untuk sebuah konten, nyatanya konten tadi hasil comot sana-sini dan saat kita cek di Google Indeks gak nongol di halaman awal ya terima saja. Lha wong nyolong konten orang kok mau urutan pertama. Setuju sobat? Dan Dewan Pengawas yang tak lain Google tahu kok kecurangan kita.
Blogger Baik Konten Menarik
Siapa bilang ide tulisan sudah habis dipakai blogger lain? Seperti lagu, entah sudah berapa juta lagu di dunia ini yang dihasilkan para musisi. Nyatanya yang persis dari awal sampai akhir nggak ada. Kecuali yang memang hasil jiplakan.
Demikian juga dengan konten blog, meski sudah dibuat banyak blogger tetapi masih banyak yang bisa dibuat. Oleh karena itulah Google cinta dengan konten yang original, hasil karya kita sendiri. Daripada yang panjang sampai yang baca menggut-manggut sangking panjangnya hanya untuk tampil di halaman satu, nggak ada salahnya kita nulis secukupnya tetapi segar, idenya baru, belum ada yang mengupasnya.
Ide menulis sangat banyak menurut saya. Salah satu yang bisa dilakukan ialah mengamati apa saja yang terjadi. Saat saya buat konten ini dunia sedang dirundung virus corona. Mengapa tidak terpikir saat pertama kali diberitakan virus ini lalu membayangkan sebuah judul konten seperti ini: Wabah Virus yang Membuat Warga Dunia Khawatir?
Namun kita seolah menganggap berita itu biasa. Baru setelah blogger lain menuliskannya, kita kelimpungan. Lalu menyalahkan hati sendiri mengapa nggak dari kemarin membuat konten itu? Ah telat Mas Brooo...
Dengan menjadi Blogger yang baik, akan menghasilkan konten yang menarik. Karena prosesnya diawali dengan hal baik, biasanya hasilnya juga mengikuti. Kecuali di tengah jalan berubah haluan.
Begitulah sobat Blogger, menghargai hak cipta blogger lain sejatinya aturan tak tertulis yang sangat bagus dipatuhi. Semoga bermanfaat...
0 Response to "Hargailah Hak Cipta Blogger Lain"
Post a Comment